Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2019

Cara Semai Seledri Hidroponik



 hidroponik merupakan salah satu sistem penanaman tanaman yang kini banyak digunakan oleh para petani/hobiis di indonesia. Kita tahu bahwa negara indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam, sehingga wajar apabila banyak petani yang terus berkembang hingga saat ini. Diantara banyaknya petani yang ada di indonesia tersebut, tentu saja terdapat juga banyak variasi tanaman yang ditanam, mulai dari jenis tanaman kecil seperti sayuran hingga tanaman yang cukup besar seperti tanaman cabai dan tanaman buah lainnya.

 Dari sekian banyak petani bertanam yang ada di indonesia, mungkin belum banyak yang menggunakan sistem hidroponik sebagai sistem yang mereka gunakan. Hal tersebut dikarenakan sistem hidroponik sendiri merupakan sistem penanman yang masih baru untuk masyarakat indonesia.

Sistem hidroponik sendiri sebenarnya bukan sistem penanaman yang asli berasal dari indonesia dan konon merupakan sistem penanaman yang dilakukan pada zaman mesir kuno. Namun, seiring dengan perkembangan zaman sistem hidroponik tersebut kini telah masuk di indonesia sebagai salah satu alternatif sistem penanaman yang cocok untuk dilakukan di iklim yang ada di indonesia ini. Cara penanaman tersebut pun juga tidak terlalu beda dibandingkan dengan cara penanaman tanaman pada umumnya. Walaupun begitu, tetapi tidak sedikit masyarakat indonesia yang masih belum familiar dengan sistem hidroponik tersebut sehingga masih perlu banyak belajar.

Memang terdapat beberapa perbedaan antara sistem penanaman hidroponik dengan sistem penanaman konvensional pada umumnya. Sehingga wajar kalau masyarakat masih sedikit bingung untuk memulai bertanam hidroponik tersebut. Salah satu tanaman yang sulit untuk ditanam menggunakan sistem hidroponik adalah tanaman seledri yaitu pada tahap penyemaian. Sehingga kalau tidak sabar maka banyak pemula yang akan mengalami kegagalan dalam menyemai benih sayuran seledri tersebut. Berikut adalah langkah demi langkah untuk menyemai benih tanaman seledri hidroponik.


  • Pertama-tama siapkan terlebih dahulu rockwool yang nantinya akan digunakan sebagai media semai benih seledri hidroponik tersebut.
  • Basahi rockwool dengan air secukupnya hingga rockwool menjadi lembab.Setelah itu, buat lubang tanam pada rockwool menggunakan tusuk gigi atau semacamnya.
  • Siapkan benih sayuran seledri yang akan disemai. Siapkan beberapa benih secukupnya untuk disemai.
  • Masukan benih ke lubang tanam yang telah disiapkan pada rockwool. 
  • Tutup semaian menggunakan penutup semaian yang berwarna hitam atau gelap.
  • Tunggu hingga semaian berhasil pecah benih.

Selama menunggu semaian pecah benih tersebut, selalu cek kondisi rockwool dan jaga terus kelembabannya agar semaian bisa lebih cepat pecah benih. Masa pecah benih bagi benih sayuran seledri memang cukup lama bahkan ada yang sampai satu bulan. Setelah semaian pecah benih, kenakan semaian ke sinar matahari agar tanaman tidak kutilang.

Berikut contoh semai seledri yg di ambil dari youtube hidroponikpedia



Setelah proses penyemaian selesai, maka langkah selanjutnya adalah untuk langkah pindah tanam, perawatan dan panen. Nah untuk menanam tanaman seledri hidroponik tersebut terdapat banyak pilihan sistem hidroponik yang bisa dipilih mulai dari sistem wick, nft hingga sistem pot self watering dan lain-lain. Dengan adanya banyak pilihan sistem tersebut maka diharapkan bisa memudahkan para penanam dalam menanam semaian seledri yang sudah berhasil pecah benih tersebut.

Jumat, 26 Oktober 2018

Budidaya cabe hidroponik paralon



Menanam cabe dengan sistem hydroponik ini banyak di gemari karena perawatannya tidak terlalu ribet. Perlu diketahui juga ternyata cabe memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak. bahkan ada beberapa jenis penyakit yang bisa diobati dengan cabe seperti penyakit sariawan. Hal ini tentunya karena cabe memiliki banyak sekali kandungan vitamin C.


Kandungan Nutrisi Cabe

  • Kalori
  • Natrium
  • Kalium
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Protein
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Zat besi
  • Vitamin A, B6, B12, C, dan D


1.) Siapkan lahan

Menanam cabe dengan sistem hidroponik ini harus menggunakan paralon yang memiliki ukuran minimal 4″ (inch). Semakin besar ukurannya tentu akan semakin baik karena bisa memberikan ruang lebih untuk perkembangan akar tanaman cabe. Langkah-langkah mempersiapkan paralonnya adalah sebagai berikut :


  • Siapkan paralon minimal ukuran diameter 4 inch.
  • Potong panjangnya sesuai dengan panjang lahan yang hendak diisi dengan tanaman hidroponik. Perlu diingat bahwa nantinya anda bisa menyusun posisi paralon sehingga bisa didapat bentuk yang unik.
  • Buatlah lubang tanam disepanjang sisi atas paralon dengan jarak antar lubang ialah sekitar 40 cm dan ukuran diameter lubang tanam minimal 10 cm.
  • Pada sisi bagian bawah paralon dibuat lobang pori-pori menggunakan jarum atau paku yang sudah dipanasi.


2.) Siapkan media penyemaian

Bahan untuk menggantikan tanah pada cara menanam cabe hidroponik sangatlah beragam. Namun yang paling bagus adalah serabut kelapa atau serbuk kayu atau sekam. Sebenarnya kita masih bisa menambahkan pasir atau perlit dan kerikil halus. Yang terpenting ialah kompossi bahannya harus seimbang. Anda bisa menggunakan perbandingan 1:1:1 atau memodifikasi sesuai keinginan anda.

3.) Campurkan pupuk dasar

Pupuk dasar sebaiknya dicampur bersama bahan hidroponik pengganti tanah agar nantinya bisa tercampur merata sebelum dimasukkan kedalam paralon. Agar pertumbuhan tanaman cabe bagus, maka anda bisa menggunakan paduan pupuk organik dan pupuk buatan dengan perbandingan 30 : 1. Untuk pupuk organik and bisa memanfaatkan pupuk kandang yang sudah di dekomposisikan dengan baik atau anda bisa menggunakan butiran organik yang lebih praktis.

Lalu untuk pupuk buatannya anda menggunakan campuran PHONSKA dan SP 36 dengan perbandingan 2:1. Jika semua bahan sudah dicampur merata maka bahan-bahan tersebut bisa segera dimasukkan kedalam paralon hingga paralon penuh.

4.) Mulai bertanam

Ayak tanah dan masukan kedalam plastik polybag kecil.
Siapkan biji benih cabe unggulan yang bisa anda beli di toko pertanian
Rendam  biji cabe selama 4 jam lalu dibungkus dengan kain basah selama 3 hari atau hingga terlihat muncul kecambah.
Biji yang sudah berkecambah segera ditanam dalam plastik pot kecil dan ditunggu hingga berumur 1 bulan sembari terus disirami

Setelah berusia 1 bulan maka benih cabe siap dipindahan ke lubang tanam paralon. Oh ya dalam proses penyemaian ini juga jangan lupa di siram.
Setelah media tanam jadi, lakukan proses pemindahan secara hati- hati. Ambil bibit perlahan dengan cara menyiramkan air terlebih dahulu pada media semai agar bibit mudah diambil.Setelah anda melakukan proses pemindahan, biarkan media tanam pada tempat yang teduh selama 7 hari agar beradaptasi terlebih dahulu, setelah itu anda bisa memindahkannya pada lokasi dengan pencahayaan cukup.


5 perawatan cabe hidroponik

Setelah memindahkan cabe ke paralon dengan media hidroponik, jangan lupa melakukan perawatannya juga, berikut adalah tatacara perawatannya:


  • Gunakan cairan nutrisi AB Mix khusus untuk tanaman hidroponik dan berikan nutrisi tersebut setelah 5 hingga 7 hari pada usia tanam.
  • Banyaknya jumlah nutrisi yang harus anda berikan pastikan sesuai dengan dosis dan masa pertumbuhan tanaman.
  • Control selalu jumlah nutrisi pada media tanam dan tambahkan jika jumlahnya kurang, ini sangat berpengaruh pada kesuburan tanaman.
  • Anda bisa menggunakan pupuk semprot ataupun pupuk buah untuk mempercepat masa panen.
  • Untuk masa panen cabe hidroponik media air yaitu pada hari ke 80 hingga 90 setelah masa tanam, cirinya yaitu buah cabe sudah berwarna kemerahan hingga merah.